Alhamdulillah kita kembali dipertemukan dengan tamu istimewa, Bulan Ramadhan yang mulia. Tahun ini adalah Ramadan kedua yang kujalani di satu daerah disudut Kuala Lumpur bersama keluarga kecilku.
Mengenai Ramadhan di Negeri ini, euforia tidak jauh berbeda dari yang berlaku di Indonesia, secara kultur keagamaan, sesama Melayu kita punya tradisi-tradisi yang sama keturunan nenek moyang dulu. Konon Indonesia dan Malaysia pernah menjadi satu kesatuan bernama Nusantara.
Sama seperti di negara-negara Islam atau yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Ramadhan bagi rakyat Malaysia adalah suatu keberkahan tersendiri, terkhusus untuk ummat muslim. Hampir semua masjid-masjid menyiapkan takjil setiap hari dengan menu-menu yang tidak bisa dibilang sederhana.
Sebut saja Masjid Asy-syakirin Gombak, masjid yang kerap kami datangi untuk berbuka dan solat tarawih. Di masjid ini disediakan menu yang sangat lengkap.
dari kurma, kue-kue, minuman dingin, air mineral hingga menu makan malam beserta buah pencuci mulut. Semuanya gratis tinggal ambil.
dari kurma, kue-kue, minuman dingin, air mineral hingga menu makan malam beserta buah pencuci mulut. Semuanya gratis tinggal ambil.
Saat waktu shalat tarawih, orang-orang berlomba-lomba membawa kue-kue, makanan berat dan minuman untuk disuguhkan kepada para jama'ah. sebagian bisa diambil untuk makan sahur bagi yang memerlukan.
Sungguh, nenar-benar membawa berkah khususnya bagi kami para pendatang yang punya budget minim.
Sungguh, nenar-benar membawa berkah khususnya bagi kami para pendatang yang punya budget minim.
Yang berbeda mungkin mengenai bazar Ramadhan, pemerintah Malaysia mengkhususkan beberapa titik yang menjadi tempat penjualan menu berbuka puasa. semua berpusat di satu tempat, hal tersebut memudahkan para pencari takjil untuk memilih-milih menu yang diinginkan.
Pemerintah juga melantik panitia khusus yang bekerja sama dengan polisi untuk menertibkan pusat-pusat bazar Ramadhan guni meminimalisir kemacetan lalulintas.
Bazar ramadhan ini tidak hanya menjadi berkah bagi kaum muslimin saja, sebab setiap sore saat tenda-tenda bazar sudah dibuka, semua rakyat Malaysia ikut meramaikan termasuk warga negara Malaysia yang non muslim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar