Rabu, 07 November 2018

Memaknai Kehidupan


Hidup adalah anugerah indah yang Allah berikan kepada setiap makhluk. Terlebih makhluk bernama manusia ia mendapatkan porsi yang istimewa dengan dibekali fisik dan akal yang sempurna.
Kita bukan kaum tanpa tuhan yang tidak habis bertanya tentang "asal kita" dan "kenapa kita ada" lalu mengaitkannya dengan teori-teori rapuh yang tidak diterima akal manusia. Karena agama kita telah menjelaskan secara gamblang asal dan tempat kita kembali itu satu. Diantara asal dan kembali Tuhan memberikan kita tenggang masa bernama kehidupan.
Banyak kata untuk memaknai apa arti hidup, jutaan sisi bisa diungkap untuk berbicara tentang kehidupan. Tapi satu hal penting yang tidak terbantahkan ketika membahas kehidupan kita sedang berbicara tentang kesempatan. Dan kesempatan itu ada batasnya.
Kita sering beralibi bahwa toh kita hidup hanya sementara. Pikiran pendek ini menjadikan segalanya kita jalani mengalir seperti air menuju hilir.
Kita memang akan mati lalu kembali, tapi yang kita inginkan adalah kematian yang istimewa sebagai tanda syukur kita dengan anugrah Allah yang istimewa.
Kita ini makhluk istimewa, bukan ada sekedar menambah warna dan rasa kehidupan, kita dengan bunga mawar ditaman sama-sama hidup, kita dengan hewan peliharaan didalam kandang sama-sama eksis tapi kita diciptakan lebih baik dari mereka tentunya dengan tanggung jawab yang tidak ringan.
Yah hidup adalah kesempatan, memaknai hidup berarti menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Berhentilah untuk terus bertanya "kenapa aku hidup?" lalu gantilah pertanyaan tersebut dengan "Apa yang hidup perlukan dari saya.
Jawabannya sangat singkat seperti Firman Allah dalam surat Al-Baqarah:
"Kami menciptakan kalian ( manusia ) dimuka bumi ini sebagai pemimpin".
Kita diciptakan untuk menjadi pemimpin.
Memimpin diri kita sendiri, memimpin orang yang ada dibawah tanggung jawab kita, mengatur kehidupan sekitar kita agar menjadi lebih baik. Itulah tugas pemimpin sebagai pengatur segala aspek agar tetap eksis.
Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar