Persekusi ulama?
Isu panas yang menjadi trending topik ditanah air kita akhir-akhir ini. Dari kejauhan aku mengikutinya dengan seksama melalui teropong bernama media.
Isu panas yang menjadi trending topik ditanah air kita akhir-akhir ini. Dari kejauhan aku mengikutinya dengan seksama melalui teropong bernama media.
Uniknya, disebalik isu tersebut ulama-ulama kita malah silih berganti menjadi tamu undangan istimewa di negeri Jiran, Malaysia.
Seminggu yang lalu saat jadwal memandu kelas mingguan ummahat, seorang ibu bercerita kepada saya bahwa beberapa hari lalu dia hadir dalam kajian ustadz Hanan Attaki. Selama ini dia hanya mengikuti kajiannya lewat Youtobe, ketika sampai kabar kepadanya bahwa ustadz yang bersangkutan akan mengisi kajian di Malaysia, sang ibu rela datang jauh-jauh untuk menghadiri majelis tersebut.
Ibu itu bercerita dengan mata berbinar, tersirat aura bahagia yang mungkin sengaja ia bagi dengan khalayak yang hadir saat itu.
Saya tersenyum menanggapi sambil membatin sedih. Sedih mengingat perlakuan buruk sebagaian ummat Islam kepada guru-guru agama kita, sedang diseberang sini, banyak sekali yang mendamba bisa langsung menuntut ilmu darinya.
Tidak hanya ustadz Hanan Attaki,
Beberapa bulan lalu Ustadz Abdul Somad juga bertandang ke Malaysia dengan jadwal yang amat padat di seantero masjid di Malaysia, pagi siang malam selama 1 Minggu. Sempat menghadiri satu jadwal beliau di Masjid yang terbilang besar, maa syaa Allah sangat ramai, saya hanya bisa menyaksikan lewat layar karena tidak kebagian tempat.
Beberapa bulan lalu Ustadz Abdul Somad juga bertandang ke Malaysia dengan jadwal yang amat padat di seantero masjid di Malaysia, pagi siang malam selama 1 Minggu. Sempat menghadiri satu jadwal beliau di Masjid yang terbilang besar, maa syaa Allah sangat ramai, saya hanya bisa menyaksikan lewat layar karena tidak kebagian tempat.
Dapat berita, Ustadz Khalid Basalamah juga baru-baru diundang ke Malaysia untuk mengisi kajian sekaligus berjumpa dan duduk sejajar dengan Dai Internasional Dr Zakir Naik.
Selain itu ada Habib Ali Zaenal Abidin yang asli Indonesia kini menjadi da'i kondang Malaysia dan punya jam terbang tinggi di TV Nasional Malaysia.
Mengikuti jejak Habib Ali Zaenal Abidin , Ceramah-ceramah KH Abdullah Gymnastiar, Ustadz Abdul Somad, Ustadzah Okie Setiana Dewi juga terlihat mulai ditayangkan reguler disalah satu TV Nasional Malaysia. TV Al-Hijrah.
Mengikuti jejak Habib Ali Zaenal Abidin , Ceramah-ceramah KH Abdullah Gymnastiar, Ustadz Abdul Somad, Ustadzah Okie Setiana Dewi juga terlihat mulai ditayangkan reguler disalah satu TV Nasional Malaysia. TV Al-Hijrah.
Entah kebetulan atau apa, tapi fakta-fakta inilah yang ada di sebalik persekusi yang menyakitkan akhir-akhir ini.
Satu kelebihan negeri ini yang bisa ku petik setelah 2 tahun menyelemai hiruk pikuk kehidupannya, Malaysia adalah negara yang sangat menghargai ilmu dan amat menghormati orang-orang yang berilmu lebih khusus kepada da'i dan para ulama.
Persentase pemeluk agama Islam di Malaysia hanya berkisar 60% dari jumlah penduduk keseluruhan, dan Indonesia dengan persentase 80% dari 200juta jiwa. Sejatinya setiap perbedaan pasti melahirkan gejolak tersendiri, tapi isu agama diMalaysia masih dalam level yang terkawal sekalipun persentasenya lebih rendah. jadi bagiku Sudah seharusnya Indonesia belajar dari negara tetangga dalam menghadapi isu yang sama.
Oh kembali ke Tema,
Bukan pembicara-pembicara dari Indonesia saja , sejatinya banyak institusi Malaysia yang memang rutin mengundang Para Da'i Internasional untuk manggung di hadapan rakyatnya secara langsung. Bahkan beberapa tahun lalu Malaysia juga ikut memberi hadiah berupa status kewarganegaraan kepada Dr Zakir Naik.
Bukan pembicara-pembicara dari Indonesia saja , sejatinya banyak institusi Malaysia yang memang rutin mengundang Para Da'i Internasional untuk manggung di hadapan rakyatnya secara langsung. Bahkan beberapa tahun lalu Malaysia juga ikut memberi hadiah berupa status kewarganegaraan kepada Dr Zakir Naik.
Apakah Malaysia tidak punya dai lokal kok kayaknya ambisi sekali dengan dai-dai dari luar ?
Tidak benar, hakikatnya banyak sekali da'i dan motivator muslim di Malaysia, bahkan sebagian dari mereka sudah go Internasional karena Malaysia punya basic bahasa Inggris yang baik.
Tidak benar, hakikatnya banyak sekali da'i dan motivator muslim di Malaysia, bahkan sebagian dari mereka sudah go Internasional karena Malaysia punya basic bahasa Inggris yang baik.
Jadi kesimpulan dari penjelasan bertele-tele diatas, memang Malaysia amat sangat menghargai Ilmu entah itu ilmu umum maupun agama khususnya agama islam. Mungkin inilah salah satu sebab kenapa Malaysia sudah menghampiri status menjadi negara maju karena orang-orang dengan ilmu mumpuni benar-benar dimanfaatkan untuk membangun negara. Bisa juga berkat doa Para ulama dan rakyatnya, terlihat dari masjid-masjid Malaysia yang shaf dan kotak amalnya sama-sama selalu penuh.
Seirama dengan fakta tersebut maka tak heran jika pemerintah Malaysia amat sangat mengapresiasi para guru dengan gaji dan tunjangan yang cukup tinggi...
Begitu lah kira-kira pendapat dari pengamat kampung 😝😂😂😂😂
Tidak ada komentar:
Posting Komentar