Malaysia atau lebih tepatnya Kuala Lumpur adalah kota dengan pendatang dari berbagai belahan dunia. Menjadi satu kebahagiaan tersendiri bagi saya menjadi bagian dari mereka karena bisa menikmati indahnya perbedaan ciptaan maha karya Sang Khalik.
Kali ini Saya sekeluarga memilih berlebaran di masjid Kampus IIUM.
Maa syaa Allah, keindahan Islam tersaji mewah didepan mata, manusia berbilang bangsa, dari khas kebulean yang datang belahan Eropa hingga paras-paras Cleopatra dari timur tengah, dari Afrika yang dominan bermata bulat hingga negeri ginseng china yang sebaliknya dipadu dengan bangsa kita bangsa pertengahan alias keturunan melayu. ( Indonesia, Malaysia, Singapura dll)
Ragam warna kulit, berbagai macam bahasa juga perbedaan busana yang sedikit mencolok. Hari ini dalam waktu yang sama mereka berkumpul dalam satu tempat dengan tujuan yang satu, menunaikan Salah Ied guna memperingati hari Raya Idul Adha.
Ada hal yang bagi saya unik, perbedaan yang amat kontras terlihat adalah busana anak-anak. Kalau orang Melayu, umumnya mereka memakaikan anak-anaknya baju muslim atau baju adat Melayu. Perempuan lengkap dengan jilbabnya begitupun laki-laki dengan kopiahnya.
Beda hal dengan orang- orang Arab dan Afrika, anak-anak mereka sebagian besar memakai pakaian yang kebarat-baratan.
Anak-anak perempuan dengan baju ala Cinderella dengan kepangan rambut yang dihiasi berbagai macam bentuk dan warna karet atau jepitan. Anak laki-lakinya dengan baju kemeja dan Levis pendek, walau masih terlihat ada yang memakai gamis ala negara masing-masing.
Saat perjalanan pulang dari masjid, seantero lapangan yang mengitari jalan-jalan kampus dipenuhi khalayak ramai.
Masing-masing berkumpul sesuai negara asal. Karena pihak kampus telah membagi-bagikan sapi kepada setiap negara untuk disembelih dan didistribusikan.
Selamat Hari Raya Idul Adha
Semoga kita semua menjadi lebih paham arti berkorban yang sebenarnya. . . .
Nurul Qalbi
Malaysia, 22-08-2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar