"Ada saatnya Allah mengajari kita dengan keadaan yang terjadi disekitar kita, maka pelajarilah"
Ada saat kesabaran kita menemui batasnya
Ada saat semangat menggebu-gebu kita menemui buntunya
Ada saat beratnya beban membuat kita ingin berbagi lelah
Ada saat-saat kita ingin hidup biasa2 saja, meninggalkan seabrek hal yang membuat kita lelah...
Itulah yang kurasakan akhir-akhir ini,
Malas kuliah, malas talaqqi, malas kesana-sini
sepertinya ingin saja mengakhiri antusiasku ini
Rasanya ingin kukubur segudang cita dan mimpi
dan membiarkan hari berlalu begitu saja...
walau aku sadar, akan mendapatkan sesuatu yang biasa2 saja...
Ada saat semangat menggebu-gebu kita menemui buntunya
Ada saat beratnya beban membuat kita ingin berbagi lelah
Ada saat-saat kita ingin hidup biasa2 saja, meninggalkan seabrek hal yang membuat kita lelah...
Itulah yang kurasakan akhir-akhir ini,
Malas kuliah, malas talaqqi, malas kesana-sini
sepertinya ingin saja mengakhiri antusiasku ini
Rasanya ingin kukubur segudang cita dan mimpi
dan membiarkan hari berlalu begitu saja...
walau aku sadar, akan mendapatkan sesuatu yang biasa2 saja...
namun, Diantara perhelatan galau yang tak berhujung,
tetap juga kujalani seabrek aktifitasku itu
rasanya terlalu naif, jika harus membuang2 rupiah yang Abah kirimkan
yah, yang pasti beliau dapatkan dengan keringat deras bercucuran
Hmm, aku tidak ingin menjadi anak durhaka yang dgn uang abah aku sampai disini, hanya duduk didepan netbook dan bermain game apa saja seharian...
Toh, tak ada yang peduli, orang tua pun tak melihat...
Tapi....
Alam bawah sadar masih tidak membenarkan
aku bersyukur atas hal ini...
maka tak kulakukan, pun tak akan pernah kubenarkan
Namun, saat aktivitas itu tak lagi kumaknai dengan seribu makna
sperti dulu, saat semangatku membara merah...
Huhh, Akhirnya lelahku menemui jenuhnya...
lengkaplah sudah... cry emoticon cry emoticon cry emoticon
Saat2 seperti ini, aku harus menghubungi motivator ulungku
Satu nama yang Sll menjadi teman curhat
disaat orang sekeliling hanya tau, aku adalah anak pendiam dan punya dunianya sendiri....
Bukan ku tak ingin berbagi, namun Ada abah tempatku berlari (setelah Allah tentunya)
Kuputuskan untuk menelpon beliau
Ingin meminta masukan dan mengeluarkan semua prahara hati yang bercokol akhir-akhir ini...
Sampai ke akar-akrnya....
Namun....
saat telpon telah tersambung...
dan suara indah itu mulai bersalam dan bertukar kabar...
setelah itu beliau bertanya,
"Ada yang mau disampaikan nak...? Nanti dulu yah, abah lagi dikampus, lagi ada dosen nak....
Aku terpanaa, dengan mata membelalak...?????
Kuliahh??
Glekk, dan kemudian menelan ludah....
Kumatikan telpon, Air mataku tak kuat lagi tuk kebendung dan Akhirnya tumpahh...
Dalam hati aku merasa berdosa sekali...
_Aku yang masih umur segini, sudah berani ngomg cape, sudah lancang ngomong malas kekuliah, gak ada semangat belajar, saat orang tua, yang jaaaauh diatas umurku, masih semangat untuk melakukan semua itu_
Astaghfirullah,,,
Aku malu padamu yaa Allah, dan padamu wahai ayahanda tercinta....
maafkan anakmu yang telah durhaka...
tetap juga kujalani seabrek aktifitasku itu
rasanya terlalu naif, jika harus membuang2 rupiah yang Abah kirimkan
yah, yang pasti beliau dapatkan dengan keringat deras bercucuran
Hmm, aku tidak ingin menjadi anak durhaka yang dgn uang abah aku sampai disini, hanya duduk didepan netbook dan bermain game apa saja seharian...
Toh, tak ada yang peduli, orang tua pun tak melihat...
Tapi....
Alam bawah sadar masih tidak membenarkan
aku bersyukur atas hal ini...
maka tak kulakukan, pun tak akan pernah kubenarkan
Namun, saat aktivitas itu tak lagi kumaknai dengan seribu makna
sperti dulu, saat semangatku membara merah...
Huhh, Akhirnya lelahku menemui jenuhnya...
lengkaplah sudah... cry emoticon cry emoticon cry emoticon
Saat2 seperti ini, aku harus menghubungi motivator ulungku
Satu nama yang Sll menjadi teman curhat
disaat orang sekeliling hanya tau, aku adalah anak pendiam dan punya dunianya sendiri....
Bukan ku tak ingin berbagi, namun Ada abah tempatku berlari (setelah Allah tentunya)
Kuputuskan untuk menelpon beliau
Ingin meminta masukan dan mengeluarkan semua prahara hati yang bercokol akhir-akhir ini...
Sampai ke akar-akrnya....
Namun....
saat telpon telah tersambung...
dan suara indah itu mulai bersalam dan bertukar kabar...
setelah itu beliau bertanya,
"Ada yang mau disampaikan nak...? Nanti dulu yah, abah lagi dikampus, lagi ada dosen nak....
Aku terpanaa, dengan mata membelalak...?????
Kuliahh??
Glekk, dan kemudian menelan ludah....
Kumatikan telpon, Air mataku tak kuat lagi tuk kebendung dan Akhirnya tumpahh...
Dalam hati aku merasa berdosa sekali...
_Aku yang masih umur segini, sudah berani ngomg cape, sudah lancang ngomong malas kekuliah, gak ada semangat belajar, saat orang tua, yang jaaaauh diatas umurku, masih semangat untuk melakukan semua itu_
Astaghfirullah,,,
Aku malu padamu yaa Allah, dan padamu wahai ayahanda tercinta....
maafkan anakmu yang telah durhaka...
_Akhirnya aku sampai pada kesimpulan, tak perlu kata2 untuk kita jadikan motivasi, ada saatnya Allah mengajari kita dengan keadaan yang terjadi disekitar kita, tinggal bagamana kita mengambil ibroh daripadanya_
Thank u Dad.... I love you...
Moga Kuliah S3-nya lancar... Amin....
Moga Kuliah S3-nya lancar... Amin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar