Aku sudah terbiasa dengan negeri rantau,
dari kecil orangtuaku adalah perantau.
Berpindah dari daerah ke daerah dan dari pulau ke pulau. Tak heran jika aku yang lahir di Kota ujung pandang Sulawesi Selatan kini ber-ktp dan beralamat di Depok Jawa Barat.
dari kecil orangtuaku adalah perantau.
Berpindah dari daerah ke daerah dan dari pulau ke pulau. Tak heran jika aku yang lahir di Kota ujung pandang Sulawesi Selatan kini ber-ktp dan beralamat di Depok Jawa Barat.
Satu pelajaran dari orangtua tentang arti merantau adalah meski jauh tapi harus selalu ingat pulang.
Dulu, sejauh apapun orangtua bertugas, setiap lebaran dan libur sekolah orangtua akan membawa kami pulang kampung. Walau harus menempuh perjalanan yang tidak dekat dan tidak mudah,harus naik kapal, mobil sewa, hingga jalan kaki berkilo-kilo karena pada saat itu jalan raya belum terbuka dan jalan dikampung masih berupa semak belukar, pendakian yang berbatu dan menyeberangi sungai tak berjembatan, kami harus bawa bekal karena perjalanan amat panjang, kami juga harus sedia alas untuk istirahat dan solat diantara rerumputan.
.
Kini aku berkeluarga dan masih bertugas sebagai penuntut ilmu di negeri tetangga.
Jalan pulang sangat jauh membentang, bukan hanya perlu tenaga dan waktu yang terbatas karena terkadang libur tidak panjang, hal tersebut juga harus merogoh kocek amat dalam.
.
Kini aku berkeluarga dan masih bertugas sebagai penuntut ilmu di negeri tetangga.
Jalan pulang sangat jauh membentang, bukan hanya perlu tenaga dan waktu yang terbatas karena terkadang libur tidak panjang, hal tersebut juga harus merogoh kocek amat dalam.
Jika ingin berpikir ambil dana darimana untuk menanggung biaya pulang kampung, mungkin sudah lama ambil langkah seribu untuk mundur dan memilih menetap di negeri rantau lalu mengirim permohonan maaf kepada semua keluarga orangtua dan mertua diseberang sana. Karena secara hitung-hitunhan materi membayar kuliahpun kami terseok-seok.
Tapi kalau ingat wajah-wajah orangtua dikampung sana, yang signalpun terkadang menjadi masalah untuk komunikasi selain seabrek kesibukan yang membunuh waktu. Rasanya tidak bernyali untuk sekedar mengucap lebaran melalui lisan. Apalagi setiap menelpon yang ditanya hanya kabar dan kapan pulang.
Dengan modal Bismillah selalu kami tetap usahakan melangkah pulang,
berniat silaturrahmi dengan ayah bunda dan sanak keluarga di sana. Karena dalam silaturahmi ada berkah. Berkah yang menjadi wasilah lancarnya rezeki mudahnya urusan dan dipanjangkannya usia.
berniat silaturrahmi dengan ayah bunda dan sanak keluarga di sana. Karena dalam silaturahmi ada berkah. Berkah yang menjadi wasilah lancarnya rezeki mudahnya urusan dan dipanjangkannya usia.
Semoga kita semua tetap ingat pulang, walaupun mungkin tidak sempat pulang karena beberapa alasan, setidaknya rindu pulang itu masih ada. Karena banyak orang yang lupa kacang pada kulitnya, lupa dimana kampung halamannya dan lupa atau pura-pura lupa kalau masih punya orang tua.
Orang tua bukan menginginkan harta kita, orangtua tidak bermaksud membebani kita, mungkin kalau jarak masih bersahabat pasti orangtua akan datang menjenguk kita setiap Minggu atau setidaknya setiap bulan sekedar melepas rasa rindu dengan anak cucunya. Tapi faktanya kita terlalu jauh untuk ditempuh, semoga hanya jarak tidak dengan hati agar senantiasa tersentuh untuk pulang.
Semoga Allah memanjang usia kita semua, memperbanyak rezeki, melancarkan urusan agar kita tetap sempat pulang mencium tangan-tangan keriput yang senantiasa rindu akan kita.
Tak mengapa setahun sekali, dua tahun sekali, 5 tahun sekali atau paling tidak kita pernah pulang walau hanya sekali seumur hidup yang Allah beri.
Amin...
Tak mengapa setahun sekali, dua tahun sekali, 5 tahun sekali atau paling tidak kita pernah pulang walau hanya sekali seumur hidup yang Allah beri.
Amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar