Senin, 12 November 2018

Backpacker Ke Singapura ( Malaysia- Singapura via darat dan kena random check)

Ada rencana ke Singapura?
Yah, Negeri tetangga kita yang satu ini,  sudah  menjadi destinasi wisata populer dunia loh sobat. Buat sobat yang baru mencoba memberanikan diri backpacker-an ke luar negeri, gak ada salahnya mencoba negera tetangga terlebih dahulu, cobalah backpacker-an ke Singapura.

Seperti kata pepatah banyak jalan menuju Roma, begitu pula dengan negara mungil ini,banyak sekali jalan menuju kesana. Mulai dari perjalanan udara, laut dan darat via Johor Malaysia. Kebanyakan wisatawan tidak menjadikan Singapura destinasi tunggal dalam perjalanan mereka, lagi-lagi seperti pepatah mengatakan sekali mendayung dua tiga pulai terlewati, sekali terbang, Singapura, Malaysia, dan Thailand terlewati. Tidak sedikit yang melintasi semua negara Asean karena jarak tempuh yang tidak begitu jauh.

Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku saat backpackeran bareng suami ke Singapura. Karena kebetulan kami sekarang berdomisili di Malaysia, jadi kami lebih memilih perjalanan darat saja. Selain murah, lama perjalanan dengan via udara relatif sama. Via darat dari TBS  (Terminal Bis di Kuala Lumpur)  ke singapura hanya memakan waktu kurang lebih 4 hingga 5 jam. Sama halnya ketika kita memilih transportasi udara, kita harus sampai di bandara 2 jam sebelum terbang, belum lagi urusan-urasan yang lazim di selesaikan sebagai penumpang pesawat yang biasanya memakan waktu banyak..

Judulnya saja backpacker, jadi tulisan ini akan memaparkan perjalanan yang sarat akan bajet yang minimum. mulai dari pesen tiket bus di redbus.my , disana banyak pilihan bus hampir disetiap jam. Kami memilih startmart bus PP Malaysia- Sing-Malaysia  per-orang hanya RM 130. Busnya cukup nyaman ber-AC, kursinya lebar-lebar bisa di baringkan setengah tidurm dilengkapi dengan kotak listrik disetiap seatnya untuk charger handphone, leptop ataupun kamera.

Kami berangkat sore hari, Sepanjang perjalanan bus aku menghirup aroma terapi yang mungkin sengaja disimpan di AC untuk mengarumkan ruangan bus sepanjang perjalanan. Bus berhenti sekali untuk istrihat, makan dan shalat bagi yang beragama islam. Setelah 4 jam perjalanan kami berhenti untuk ambil cop keluar imigrasi Malaysia. Setelah 15 menit melanjutkan perjalana dari Imigrasi malaysia, kami sampai di Imigrasi Singapura.

Awalnya semua berjalan mulus hingga kami sampai di imigrasi Singapura dan kena random check. Sebelumnya aku sudah googling mengenai pemeriksaan diimigrasi Singapura, sebab setiap negara memberlakukan kebijakan yang berbeda. Umumnya untuk negara Asean yang notabenenya saling mengunjungi sesama negara dengan bebas visa, tapi dalam satu dua keadaan biasanya ada yang terkena random check. 

Proses suamiku mulus-mulus saja untuk melewati loket imigrasi, akan tetapi saat tiba giliranku dan harus kena tahan, mau gak mau suami harus turut menemani. Aku tidak pasti apa penyebabnya, dugaan paling kuat karena namaku tertera  nama ayahku yang bernama Muhammad. Dan dugaan kuat lain karena riwayatku yang keluar masuk negeri Piramida Mesir saat kuliah disana. Sebanyak yang kubaca, Singapura agak ketat dengan pengunjung dengan nama-nama Arab dan pendatang dari Timur tengah.

Setelah hampir satu jam di introgasi akhirnya aku di izinkan masuk oleh aparat disana. Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan, mulai dari negara asal, tujuan kedatangan, mau kemana aja, dan lain-lain. Kami gak punya tiket bookingan hotel tapi kami punya nomor telpon kenalan di Singapura. Akhirnya Petugas menelpon kenalan tersebut prihal kedatangan kami, dan setelah cek dan ricek merekapun membenarkan aku dan suami masuk ke singapura. 

Dalam hati mungkin kami sudah ketinggalan bus, karena lamanya proses introgasi oleh petugas. Biasanya bus-bus tidak menunggu penumpang yang bermasalah, tapi aku bersyukur karena sopir masih menunggu kami walau harus serba salah melihat pelototan penumpang-penumpang yang sebus denganku. Huftt.

Setelah 20 menit memasuki negara Singapura, sampailah kami ditempat pemberhentian bus. Saat itu sudah lewat jam 10 malam. Karena kami belum shalat kami mencoba menguji nasib ke masjid Sulthan, berharap masih buka. Alhamdulillah, walaupun marbot sedang beres-beres masjid tapi kami masih diizinkan masuk. 

Setelah menunaikan shalat Isya, kami diminta keluar dengan cara yang halus. Karena kami gak mesen hotel dan tidak enak kerumah kenalan baru saat tengah-tengah malam seperti itu, akhirnya kami putuskan untuk jalan-jalan mengitari Arab street dan  Bugis street. Ternyata jalan-jalan disekitar masjid ramai sekali, di sebagian kafe ada seperti mini konser yang ditonton orang ramai, bahkan sebagian kedai buka sampai subuh.

Kami dapat kedai makan yang tutup tapi kursi-kursinya masih tersusun rapi diluar. kami memutuskan untuk istirahat disana dan membuka bekal kami. Karena aku tahu di Singapura segalanya mahal, jadi aku mempersiapkan bekal yang cukup hingga malam dari  Malaysia. Untuk air minum tidak usah khawatir, kita hanya perlu bawa botol kosong lalu isi sampai penuh di dispenser yang disediakan oleh masjid.

Setelah selesai makan, kami kembali jalan-jalan membunuh waktu hingga kami sampai disebuah taman mini yanga ada ayunannya. Kami kembali memutuskan untuk istirahat disana sambil bercengkrama layaknya orang pacaran tengah malam. Entah dari mana asalnya, kami dapat wifi gratis walaupun hilang timbul tapi cukup membantu menghilangkan kebetean menunggu pagi.
Aku dan suami bergantian tidur, ketika aku tidur suami jaga lalu sebaliknya.

Hingga jam 3 pagi terdengar suara mengaji dari mikrofon masjid, kami bergegas kesana dan alhamdulillah masjid sudah buka. Melihat waktu menuju subuh masih lumayan panjang, kami memilih untuk bersih- bersih, mandi dan ganti baju di kamar mandi masjid. Karena jamaah juga belum begitu ramai jadi prosesnya bagiku lancar jaya, Alhamdulillah.

Usai Shalat subuh berjamaah, kami bersantai sejenak menikmati suasana masjid yang tenang dan megah. Saat hari mulai terang kami mengambil beberapa foto dengan latar masjid. Lalu mencari sarapan pagi. karena bekal makanan berat sudah ludes semalam,  mau tidak mau kami harus beli walaupun harga dua porsi nasi lemak mencecah 12 Dollar Singapura. Wahh itu setara Rp. 120.000 hanya untuk sarapan makanan yang mirip nasi uduk. Hehe.

Setelah sarapan kami memulai perjalanan kami menikmati tempat-tempat wisata di seantero singapura. Berhubung negeri ini kecil dan semuanya hampir bisa di akses dengan transportasi LRT.
Jadi mengenglilingi negeri ini bisa kita lakukan kurang dari sehari. 

Setelah sore menjelang kami menuju terminal bus, bersiap untuk kembali ke Malaysia. Makan siang sengaja kami pending, hingga kami sampai di Johor, perbatasan Malaysia- Singapura. Disanalah kami makan siang dan membeli cemilan, karena harga sudah kembali menggunakan Ringgit.

Sekian dulu catatan perjalanan kami backpacker-an ke Singapura, sampai jumpa di perjalanan selanjutnya... 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar