Petugas Cek in :"Mba, tlg dikurangi beberapa barang yang akan dibawa ke kabin, ini udah over bagasi mba, itu juga yang dibagasi udah saya kasih lebih sekilo, klo masih ada keluarganya diruang tunggu, sebelum mereka pulang, kasih keluarga aja,dari pada terbuang. gpp, minimal berkurang 5 kilolah"
Saya: yah pak, tolonglah pak, saya mahasiswa, lama baru bisa balik lagi.(dengan muka melas)
Hal yang gak bisa saya bayangkan jika harus mengeluarkan beberapa kilo, toh jika yang keluar barang saya gpplah, klo titipan teman2, inikan amanah kasihan mereka udah ngarep bgt, jadi dilema.
Hal yang gak bisa saya bayangkan jika harus mengeluarkan beberapa kilo, toh jika yang keluar barang saya gpplah, klo titipan teman2, inikan amanah kasihan mereka udah ngarep bgt, jadi dilema.
Bapak : udah gak bisa mba, mba udah over banget, klo mau mba harus bayar sekilo U$56,yah terserah mba aja, klo mba bawa dikabin ntar saya gak tau nanti bisa2 mba ditanya bagian boarding, bisa2 dipulangin barangnya.
_overnya 12 kilo, minta dikurangin min 5 kilo sisanya diizinkan dibawa, walaupun over tp gak pake bgt, klo mau 5 kilo kebawa, bayar 56 dollar perkilo atau kisaran 600 ribu, jika dikali 5? nah loh...?
Akhirnya nekat,dalam keadaan kurang sehat, bawa barang kurang lebih 20 kilo (koper sedang dengan muatan 12 kg lebih dan ransel kurang lebih 7 kilo)
Harap2 cemas semoga pemeriksaan selanjutnya bisa lolos dan lancar, dibarengi solawat tentunya.
Harap2 cemas semoga pemeriksaan selanjutnya bisa lolos dan lancar, dibarengi solawat tentunya.
terburu2 lari ketempat imigrasi, sudah ada pengumuman "Boarding" untuk penerbangan yang akan kutumpangi. Alhamdulillah, klo mahasiswa jarang berurusan panjang dengan pihak imigrasi, jd jalan lurus2 aja.
masalahnya ada saat di "Boarding pass"nya,
ada dua penjaga disana, pas tiba giliran saya, macem2 ditanyain.
ada dua penjaga disana, pas tiba giliran saya, macem2 ditanyain.
petugas : mba, itu yang masuk kabin udah ditimbang ditempat check in blom? berapa beratnya?
saya : udah pak tapi gak berat ko pak, ini cuma 8 kiloanlah, kelihatannya aja gede, isinya makanan dan bumbu2 pak' (Terpaksa berbohong, dengan muka pucat pasi ketakuatan)
saya : udah pak tapi gak berat ko pak, ini cuma 8 kiloanlah, kelihatannya aja gede, isinya makanan dan bumbu2 pak' (Terpaksa berbohong, dengan muka pucat pasi ketakuatan)
Petugas : Wah, ini berat bgt mba... (sambil menimang2 koper berukuran sedang)
wah, itu ada ranselnya juga yah, berapa berat ranselnya?
wah, itu ada ranselnya juga yah, berapa berat ranselnya?
saya : ini pak, ada net book aja ko,' g berat. (Jawaban yang juga pake bohong)
Petugas : Net book aja, gak ada yang lain?(mulai curiga karena melihat ransel saya agak berisi.
Saya : eh, iya pak, lupa, ada makanan ringan juga, tapi gak berat ko pak, boleh bapak periksa. biasa pak mahasiswa, kasian jarang pulang (Jawaban saya senatural mungkin padahal udah khawati bgt klo petugasnya kembali menimang2 berat ransel saya, sambil tersenyum penuh harap, smg petugasnya bisa luluh)
Petugas : Mana tiketnya mba. mba Nurul kmren ada temen mba yang ke kairo, barangnya yang over dipulangin loh... (Ucapnya memeberi peringatan)
Saya : eeh, iya pak, gitu yah... (berusaha tenang dan langsung kabur bawa barang2 setelah tiket diperiksa, alhamdulillah, gak ada tanda2 kalau petugas mau menahan barang saya)
Akhirnya lolos juga. jadi lega
Saat2 menegangkan tadi, membuat sakit kepala saya tiba2 hilang, juga panas demam yang tiba2 jadi panas dingin. setelah melewati itu semua tiba2 semua sakit kembali lagi. sampai dipesawat, minta tolong sama bapak2 untuk mengangkat barang saya kekabin, saya gak kuat, setelah itu duduk dan langsung tertidur, mungkin pengaruh lelah dan demam yang harus menyertai perjalana kali ini, saya sampai gak rasa pesawatnya take off. bangun2 saat pembagian konsumsi, habis makan langsung kembali tertidur, entah siapa, mungkin saja penumpang disamping yang mengembalikan bekas makan saya kepramugari. Sepanjang perjalanan tertidur, berkah demam, jadi penghangat alami penangkal dinginnya udara didalam pesawat. sampai saat pesawat landing dan berhenti saya masih sempat tertidur, terbangun oleh reributan penumpang yang mulai mengambil bagasinya dikabin pesawat. "Sudah di Abu Dhabi rupanya"
Saat2 menegangkan tadi, membuat sakit kepala saya tiba2 hilang, juga panas demam yang tiba2 jadi panas dingin. setelah melewati itu semua tiba2 semua sakit kembali lagi. sampai dipesawat, minta tolong sama bapak2 untuk mengangkat barang saya kekabin, saya gak kuat, setelah itu duduk dan langsung tertidur, mungkin pengaruh lelah dan demam yang harus menyertai perjalana kali ini, saya sampai gak rasa pesawatnya take off. bangun2 saat pembagian konsumsi, habis makan langsung kembali tertidur, entah siapa, mungkin saja penumpang disamping yang mengembalikan bekas makan saya kepramugari. Sepanjang perjalanan tertidur, berkah demam, jadi penghangat alami penangkal dinginnya udara didalam pesawat. sampai saat pesawat landing dan berhenti saya masih sempat tertidur, terbangun oleh reributan penumpang yang mulai mengambil bagasinya dikabin pesawat. "Sudah di Abu Dhabi rupanya"
Saya bangun dan kembali meminta tolong kepada bapak sebelah untuk mengambilkan barang saya. Dalam kepala setengah tidak bisa diajak kompromi, 20 kg mau tak mau harus kubawa serta. Terlebih saat menuruni tangga pesawat, ahh, berat barang dan berat kepala beradu kuat, rasanya mau pingsan ditempat,
dari semalam cari wajah2 mahasiswa untuk dimintai tolong tapi gak kunjug terlihat.
Sambil sesekali mengeluh "Yaa Allah, kenapa harus sekarang sakitnya".
dari semalam cari wajah2 mahasiswa untuk dimintai tolong tapi gak kunjug terlihat.
Sambil sesekali mengeluh "Yaa Allah, kenapa harus sekarang sakitnya".
yah, harus tetap berlanjut, apapun yang terjadi
sampai digedung bandara Abu Dhabi yang super mewah, tepat di Gate 7, sedangkan penerbangan selanjutnya ada di gate 29,
kembali harus berjuang membawa diri dan barang mengikuti tanda panah yang menjadi penunjuk jalan saya menuju gate 29. Terrnyata lumayan jauh, naik dan turun eskalator, walaupun pake koperyang tinggal ditarik, tetapi dalam keadaan yang kurang sehat seperti ini tetap saja hal itu bukan hal mudah.
Alhamdulillah sampai diruang tunggu, beruntung karena pesawat sebelumnya landingnya agak telat, jadi transit hanya kurang lebih 3 jam saja.
sampai digedung bandara Abu Dhabi yang super mewah, tepat di Gate 7, sedangkan penerbangan selanjutnya ada di gate 29,
kembali harus berjuang membawa diri dan barang mengikuti tanda panah yang menjadi penunjuk jalan saya menuju gate 29. Terrnyata lumayan jauh, naik dan turun eskalator, walaupun pake koperyang tinggal ditarik, tetapi dalam keadaan yang kurang sehat seperti ini tetap saja hal itu bukan hal mudah.
Alhamdulillah sampai diruang tunggu, beruntung karena pesawat sebelumnya landingnya agak telat, jadi transit hanya kurang lebih 3 jam saja.
Setelah boarding, kemudian naik bis menuju pesawat yang akan membawa saya terbang kekairo. Alhamdulillah, koper saya harus dibagsikan, karena terlalu berat jika harus masuk kabin, jadi tak perlu membawanya serta untuk naik ke pesawat.
sampai diatas kembali tertidur, karena tmpat duduk disamping jendala jadi agak leluasa, terbangun oleh panggilan penumpang disebelah saya yang memberi tahu bahwa sudah waktunya makan. Setalah kurang lebih 3 jam, Alhamdulillah sampai juga.
sampai diatas kembali tertidur, karena tmpat duduk disamping jendala jadi agak leluasa, terbangun oleh panggilan penumpang disebelah saya yang memberi tahu bahwa sudah waktunya makan. Setalah kurang lebih 3 jam, Alhamdulillah sampai juga.
Cuaca pancarobapun menyambut,panas gak, dingin juga gak, atau emang masih pengaruh demam yang saya bawa.Tapi. 'ala kulli haal, semuanya udah terlewati.Suatu kebahagiaan bisa kembali menginjakkan kaki dibumi kinanah ini.
Semoga bisa secepatnya kembali beraktifitas dan menghadiri majelis2 masyayikh.
Sudah terlalu dirundung rindu. smile emoticon
Semoga bisa secepatnya kembali beraktifitas dan menghadiri majelis2 masyayikh.
Sudah terlalu dirundung rindu. smile emoticon
Cairo. 2 0ct 2014
#LanjutkanPerjuangan...
#LanjutkanPerjuangan...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar