Bocah Suriah: Aku ingin sekolah
Kita: Horee… Besok libur…!!!
Kita: Horee… Besok libur…!!!
Tetiba airmata jatuh menyaksikan video singkat tersebut.
Video seorang bocah perempuan asal suriah ketika ditanya tentang Harapan terbesarnya. Bocah tanpa nama yang kutaksir kisaran 8 atau 9 tahun.
“Suatu saat aku ingin Sekolah”jawabnya dengan mata berbinar penuh harap.
“Aku tidak pernah mengecap manisnya bangku sekolah, kelas satu, kelas dua, kelas tiga. Ahh, sama sekali tidak pernah. Aku bahkan tidak tau seperti apa itu huruf alif dan bagaiamana bentuk huruf ba’”
Akunya lirih.
Video seorang bocah perempuan asal suriah ketika ditanya tentang Harapan terbesarnya. Bocah tanpa nama yang kutaksir kisaran 8 atau 9 tahun.
“Suatu saat aku ingin Sekolah”jawabnya dengan mata berbinar penuh harap.
“Aku tidak pernah mengecap manisnya bangku sekolah, kelas satu, kelas dua, kelas tiga. Ahh, sama sekali tidak pernah. Aku bahkan tidak tau seperti apa itu huruf alif dan bagaiamana bentuk huruf ba’”
Akunya lirih.
Mereka mau belajar namun terhalang keadaan, bagaimana tidak, keluar rumahpun mungkin tidak bisa. Ancaman bom mengintai dimana-mana. Bahkan pelukan orangtua sekalipun tidak akan pernah menjadi tempat yang ramah.
Sepatutnya menjadi tamparan keras, kenapa kita masih sering kufur dengan karunia yang diberi. Masih sering mengeluh dan merasa kurang disana-sini.
Mirisnya, ketika anak-anak dari berbagai belahan dunia yang tertindas merindukan taman sekolah, ketika membaca dan menulis hanya ada di alam hayal mereka
Kita menggerutu saat guru berlama-lama dalam kelas, Kita begitu bahagia ketika ada guru yang kebetulan absen mengajar, bersorak riang gembira ketika libur telah tiba. Bahkan tak jarang sebagian kita menghitung tanggal merah dari jauh-jauh hari.
Sepatutnya menjadi tamparan keras, kenapa kita masih sering kufur dengan karunia yang diberi. Masih sering mengeluh dan merasa kurang disana-sini.
Mirisnya, ketika anak-anak dari berbagai belahan dunia yang tertindas merindukan taman sekolah, ketika membaca dan menulis hanya ada di alam hayal mereka
Kita menggerutu saat guru berlama-lama dalam kelas, Kita begitu bahagia ketika ada guru yang kebetulan absen mengajar, bersorak riang gembira ketika libur telah tiba. Bahkan tak jarang sebagian kita menghitung tanggal merah dari jauh-jauh hari.
Libur bagi kita laksana surga, kita akan lakukan apapun kecuali satu, belajar.
Sedang mereka mencuri waktu sesaat untuk sekedar berlatih mengeja kata sebelum bom kembali membombardir rumah, sekolah dan masjid2 mereka.
Sedang mereka mencuri waktu sesaat untuk sekedar berlatih mengeja kata sebelum bom kembali membombardir rumah, sekolah dan masjid2 mereka.
Sungguh begitu tidak pantas kita disebut saudara,
Jangankan membantu, menghargai waktu dan kebebasan yang begitu amat berharga bagi mereka saja kita tidak bisa, apalagi mau bermimpi membersamai mereka mengangkat senjata…
Jangankan membantu, menghargai waktu dan kebebasan yang begitu amat berharga bagi mereka saja kita tidak bisa, apalagi mau bermimpi membersamai mereka mengangkat senjata…
kawan...
Selagi masih ada waktu,
Selama kita masih leluasa menggenggam buku
Sebelum pena ditangan berubah menjadi batu.
Mari bantu mereka, jika tidak bisa dengan raga setidaknya kita tidak mengkufuri karunia-karunia yang begitu mereka damba…
Selagi masih ada waktu,
Selama kita masih leluasa menggenggam buku
Sebelum pena ditangan berubah menjadi batu.
Mari bantu mereka, jika tidak bisa dengan raga setidaknya kita tidak mengkufuri karunia-karunia yang begitu mereka damba…
#Me: a lady in egypt...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar